Hikmah Haid

Hikmah Haid

Ibnu Qudamah v menjelaskan hikmah haid bagi wanita. Beliau berkata,

 “Haid, darah yang mengucur dari rahim wanita baligh, nantinya akan menjadi darah kebiasaaan yang keluar pada waktu tertentu. Allah tetapkan hal ini demi sebuah hikmah bagi tumbuh kembang janin (dalam perut). Tatkala seorang wanita hamil, darah tesebut dengan ijin Allah berubah menjadi asupan gizi baginya. Oleh karenanya wanita hamil tidak mengalami haid. Dan tatkala masa bayi menyusui,A Allah membalikkan darah tadi dengan hikmah-Nya menjadi air susu (ASI), sehingga bayi mendapatkan asupan gizi darinya. Oleh karenanya, hanya sedikit wanita menyusui yang mengalami haid.
Tatkala wanita tidak lagi hamil dan menyusui, darah tersebut tetap berada di rahim tidak mengalami perubahan kemudian keluar seperti biasanya setiap bulan.” (Al Mughni, 1/188)

Pengertian Haid

1. Ditinjau dari sisi bahasa.
Haid berarti sailaanu (سيلان) alira (Lisanul Arab, 7/142)
Jauhari berkata dalam Ash Shihaah, “Kata kerja dari haidh adalah hadha – yahidhu. Masdarnya bisa haidh, bisa mahidh. Sedangkan isim failnya bisa ha-idh, bisa juga ha-idhah.” (Majalah Al Buhuts Al Islamiyyah)

2. Ditinjau dari istilah syar’i

Para ulama fikih dari empat madzab berbeda-beda dalam mendefinisikan kata haid. Meskipun demikian, definisi yang mereka sampaikan saling berdekatan. Definisi paling lengkap dinyatakan para ulama madzab Hanbali. Mereka mendefinisikan,

 “Haid adalah darah kebiasaan yang keluar saat kondisi sehat, bukan karena persalinan, keluar dari dalam rahim. Darah ini menjadi kebiasaan wanita yang telah baligh, keluar di waktu tertentu.”
(Kisyaful Qina’, 2/34)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hikmah Haid"

Post a Comment